Monday, September 16, 2013

Tuhan dan Semangkuk Mi Instan

Setiap malam aku memakan mi instan.
Hanya perlu tiga menit untuk memasakanya,
Dan dua menit untuk menghabiskannya.

Di setiap suap terakhir aku selalu bertanya,
"Tuhan, kenapa engkau ciptakan... Jika akhirnya engkau lenyapkan."

Tanpa pernah tahu jawabnya, aku pun menyantap habis tanpa sisa.

"Tuhan?"

Slurrrp.

"Ah, kenyang..."

*

Maka tak bersisa bukan berarti sia-sia.

No comments:

Post a Comment