Sunday, June 9, 2013

Peace and Hate

Malam semakin kelam.
Hujan sudah reda.

Dahimu mengerenyit,
Saat kau tahu bahwa limit kita adalah hitungan menit.
Bukan jam, bukan hari, bukan pekan, bukan bulan.
Sudah terlalu banyak waktu terbuang percuma.
Menguap begitu saja.
Bersama kepulan asap dari cangkir kopi susu yang kau pesan...
Hanya kau genggam. Tanpa kau minum sedikit pun.

*

Awalnya...
Kita tak saling kenal.

Hanya sepasang orang asing sering berpapasan di simpang jalan.
Beradu tatapan, tanpa pernah bertegur sapa.
Yang pada suatu ketika berteduh di bawah satu payung, berdua.
Jam 7 malam, awan menangis, gerimis.
Sementara kita berangkulan - melawan dingin yang menggigiti permukaan kulit.
Sesuatu yang diam-diam telah lama kuharapkan.

*

Dan saat ini, di kedai kopi ada kita duduk berhadapan.
Bicara, tertawa, tukar cerita.

"Sudah hampir jam 11, aku mau pulang. Kau mau kemana?"
Kamu tersenyum,
Menyeruput sedikit.
Kemudian menggeleng.
"Gak tahu..."
"Mau pulang?"
"Hmm..."
"Rumahnya dimana?"
"Aku gak tahu mau kemana."

Baiklah.

Di balik pintu kaca itu, semua akan berakhir sama.
Aku ke sana, kau entah kemana.

Akhirnya...
Kita tetap tak saling kenal.

"Aku pulang duluan ya ."

*

Kabut menyelimuti kota ini.
Aspal basah...
Aku berjalan sendirian di tengah malam.
Pulang ke rumah.

*

Behind the sweet... Summer fade
And on a coast and not far away.

Sometimes we glide... Sometimes we fall
And there are times we don't get up at all.

You had your doubts... We had our rows
Said our goodbyes but now were taking vows

Behind the sweet... Summer fade
You'll knock me down like a tidal wave.

I should be gone. Cast away
But still I'd love you through all peace and hate
(The Submarines – Peace and Hate)

No comments:

Post a Comment