Friday, May 31, 2013

Kertas, Darah, Mimpi Keempat

Lukisan 1
"Aku menusuk-nusuk kepalaku sendiri dengan garpu. Mengungkit-mencungkil, dan mencabik lepas kendali. Sobekan kulit kepala berceceran, bercampur darah dan rambut yang bertebaran di lantai kayu mahoni. Aku suka sensasi perih yang menggerogoti setiap luka yang menganga. Ha... ha... ha..."

Lukisan 2
"Merah adalah apa yang membuatku bergairah. Lantas saat aku berkaca yang kulihat adalah samudera berwarna merah. Tubuhku bergetar. Entah mengapa, aa... aaku... mulai... mendesah...... Terus mendesah hingga kurasa ada sesuatu yang basah mengalir dari hidungku. Hangat. Amis. Darah. Aku berdarah. Oh."

Lukisan 3
"Tiba-tiba aku mendapati diriku terperangkap di suatu menara bersama sepasang musang dan seekor serigala. Kenapa harus binatang-binatang berbulu semacam itu? Ah sudah lah... Menara ini melayang di awang-awang. Bagai tak berujung, aku tak bisa melihat lantai bumi dari sini. Dari ketinggian semacam ini, aku hanya melihat kebebasan di luar sana... Kebebasan tak berbatas yang entah dimana dan entah kapan kan kutemui dasarnya. Aku cuma mau ke sana. Ya, ke sana... Selamanya."

*

Aku terbangun di kasur yang semalam kutiduri. Oh, ini apartemenku. Sepertinya udara di luar masih agak dingin. Musim semi baru datang, musim dingin belum mau pulang. Aku terlalu malas untuk beranjak. Aku masih ingin berlama-lama di atas bantal bulu angsa dan bersembunyi di balik selimut tebal ini. 

Sebentar, sebentar... Kenapa ada benda-benda asing bergelantung di dinding.
Tiga lembar folio tanpa garis ditempel sembarang dengan perekat kertas warna hitam.
Setiap lembar digambari car air... Sepertinya buatan anak 7 tahun.

Gelap. 
Samar.
Sukar dijabarkan bahasa - kecuali rasa... 
Suram, muram, buram.

Yang tegas hanya goresan-goresan warna merah, 
Seperti darah. 

Tunggu.
Aku tahu.
Aku meraba-raba pergelangan tangan kiri, tangan kanan, dan leher.
Aku tahu siapa yang membuat lukisan-lukisan ini.

Aku. 

Lukisan satu, mimpi tiga malam lalu.
Lukisan dua, mimpi dua malam lalu.
Lukisan tiga, mimpi semalam.

Tapi....

...

Satu, dua, tiga... Tak ada tempat untuk mimpi ke empat.

Karena empat berarti tamat.


*

Aku menekan tombol play di ipod ku.
Jim Rivers - I Go Deep.

Selamat ulang tahun ke-24, Daul.

No comments:

Post a Comment