Tuesday, April 9, 2013

Di Persimpangan Jalan

Aku mengambil selembar Wrigley's Double Mint. Setelah aku buka pembungkus kertasnya, seperti biasa aku akan menempelkan satu ujungnya di atas lidah dengan mulut terbuka selama lima detik... Entah apa tujuannya... Ritual yang bahkan ku lupa asal usulnya.
Aku menghirup napas dalam sambil menjejalkan seluruhnya ke dalam mulut... Aku mulai mengunyah.

Aku memberi tanda kepada mu.
Isyarat... Saat jariku menyentuh punggung tangan kananmu.
Kamu memberi syarat.

Kamu hanya minta waktu sebentar... Untuk melepaskan setengah batang Marlboro Menthol yang kau apit di antara telunjuk dan jari tengahmu. Mengepulkan asap terakhirnya sambil menghempaskan nyala kecil ke hamparan aspal basah. Kamu ayukan pelan satu kakimu - yang terbungkus Doc Mar 1461 warna ceri gelap - menyapu puntung rokok yang baru kau buang sembarang.

Lalu kau raih tanganku.

Kita sekarang berpegangan, di satu ujung jalan. Di suatu persimpangan bercabang enam.

Kita bertatapan.
Meniupkan harapan pada udara, berharap tak dipisahkan.
Tapi pilihan... Sebatas aku dan kamu yang mentukan.
Dan tetap, kita beda tujuan.

Satu ciuman.
Satu pelukan.
Satu dekapan.
Lalu lepaskan.

Selamat jalan...

No comments:

Post a Comment