Saturday, February 9, 2013

Fetisisme Terakhir

Kamu sedang berjalan di sebuah lorong panjang.
Barisan lilin yang terpasang di tiang menjadi penerang.
Dan kamu terlihat sendirian diantara kerumunan.
Saat yang lain berkostum serba hitam.
Malam ini bajumu justru putih menerawang.

Aku melihatmu.
Kamu merasakanku.

Jika ada satu kalimat yang bisa kusampaikan,
Maka itu adalah tentang hal yang paling kusuka darimu...
Yaitu deretan tulang belakangmu,
Yang terasa beregerigi saat kupeluk setiap hari, dan tadi pagi...

Aku tahu kamu tahu.
Saat yang lain sibuk tersedu atau melamun...
Mengenang, menerawang...
Kamu justru datang dengan tenang.

Kamu duduk di sebelahku, lalu membungkuk...
Mendekatkan wajahmu ke wajahku
Mendatarkan punggungmu sambil menarik tanganku...
Lalu menyandarkan telapaknya di sana.

Tulang punggungmu.

Terima kasih...
Atas hadiah terakhir,
Atas percintaan kecil ini.

Kamu tersenyum kembali, kemudian bangkit berdiri...
Cahaya meredup.
Mereka menutup peti.
Sekarang gelap. Sekarang pengap.

No comments:

Post a Comment