Tuesday, February 5, 2013

Bola Mata Dara

Dara menghentakkan kakinya bergantian, kiri dan kanan.
Memacu tubuhnya berlomba dengan irama bas yang berdentum mantap. 
Dalam tempo cepat, dan semakin cepat.
Kedua tangannya melayang-layang - tak ingin diikat gravitasi.
Pinggulnya, pinggangnya, dan dua benda yang kau tahu apa... Iya itu, yang berjumlah dua dan tergantung anggun di dadanya.
Merangkai gerak-gerik indah yang tak bisa dikategorikan sebagai satu jenis tarian.

Ada rangsang, bulu-bulu meremang.

Dara mengibaskan rambutnya - menutupi paras oriental-nya. 
Bagai adegan slow motion...
Sedetik terasa semenit... 
Semua bergerak perlahan... 
Benar-benar....................... pelan-pelan...

Rambutnya melayang-layang... Terbang... Memberi celah kecil yang membiarkan pandanganku menerobos ke matanya. Bola mata Dara.

Kemudian,
Tiba-tiba... 
Dara menatapku.
Aku menatap Dara.

Aku menyelam ke dalamnya.
Mulai tenggelam dalam bola mata Dara.

Hingga dunia berhenti berputar.
Ber-hen-ti. Ber-pu-tar.

A-ku. Di-am.
Raga bertahan,
Namun aku berpindah alam.

Dan mataku - dan matanya.
Beradu.
Bertabrakan.
Big bang! Ledakan dahsyat.
Materi terhambur tanpa arti.
Tanpa kendali. Tanpa henti.
Menggelegar. Menyebar di antara gas panas yang terus mengembang.
Bersama dua jiwa yang mengambang di awang-awang.

"Kita pernah bersama. Tapi pernah adalah dulu. Bukanlah sekarang. Mungkin nanti, satu kali lagi."
"Sekarang kita sama, sehingga tidak bersama. Maka seribu tahun lagi."
"Bisa saja..."
"Mengapa tidak."

DHUARRRRRR!!!

Sekali lagi ledakan terjadi.
Di alam berbeda yang kali ini nyata. 
Sangat dekat di telinga.
Kemudian api memercik cepat... 
Dengan tepat masuk mata.

AHHHH!

Aku menepis rambutku, menyingkirkannya ke balik bahu.
Seketika dua tangan menggenggam lenganku, 
"Sayang, matamu..."

No comments:

Post a Comment