Saturday, February 2, 2013

Bagaimana Jika

Bagaimana jika...
Adalah pernyataan imajiner yang menyiksa.

Maka...

Aku bisa saja.
Berhenti mengetik.
Menutup laptop ini.

Menghambur ke jalan,
Lari ke rumahmu.
Ketuk pintu, tanpa perlu panggil namamu.

Aku hanya perlu menunggu...
Setengah menit hingga sayup terdengar - langkah kaki turun tangga.
Sudah pasti,
Itu kamu kan buka pintu.

Dan saat mata beradu.
Jaga agar mulut tetap bisu.
Tak akan ada sepatah kata dariku.
Pun tak kubiarkan kau bicara.

Tak usah persilakan masuk.
Aku cuma mau peluk.

Aku tidak takluk, aku cuma mau kamu tau.
Aku tidak takluk.

Bagaimana jika?
Nyatanya tetap "bagaimana jika..."

No comments:

Post a Comment