Monday, January 14, 2013

Wanita Luar Lingkaran

Gue kadang suka pengen ketawa sendiri.
Ternyata ada ya orang-orang yang memang cuma "dikasih" ketemu hanya di saat-saat tertentu. Tepatnya di momen-momen krusial dalam hidup.

Buat gue pribadi, Renata adalah salah satunya.

Latar belakang beda, gue (harusnya) calon wartawan, Renata calon dokter. Tapi lingkaran pertemanan kita sejak kuliah sama-sama aja. Yang aneh, gue dan Renata selalu super nyambung kalau berduaan - tapi kalau udah ada anak-anak sepermainan jatohnya malah kita gak terlalu klop. Gue bakal lebih milih ngobrol sama yang lain, pun Renata.

Kita sempet punya pembahasan:

"Kenapa ya tek, kita malah gak nyambung-nyambung amat kalau ada yang lain.."

"Iya tek. Tapi giliran yang penting-penting pasti dibahas berduaan ya."

"Takut keceplosan kali."

"Hahaha, bisa jadi..."

"Tapi ya emang mau apa lagi sih."

"Ya sama anak-anak sih ketawa-ketiwi aja lah."

"Bener juga sih."

Pertemuan gue dan Renata hampir selalu tanpa rencana. Bisa gak sengaja ketemu di tempat makan, terus langsung cabut buat ngobrol berdua sampai mulut berbusa. Buat gue Renata selalu bisa ngasih pandangan objektif. Untuk itu dia punya penjelasan. 

"Gue bakal selalu objektif menilai masalah-masalah lo tek. Soalnya gue ada di luar lingkaran lo. Gue ga ngikutin lo setiap hari. Jadi pandangan yang gue berikan ya dari perspektif penonton. Lo juga gitu kalau gue ada masalah. Dan justru itu yang kita butuh. Pandangan yang berbeda," Renata berteori.

Setuju sih. 

Nah, Sabtu lalu semua benar-benar terbukti. 

Gue baru beres ngurus kerjaan jam setengah sebelas malam. Janjian sama temen di suatu tempat, eh nyampe-nyampe gue disemprot. Dikata-katain gara-gara bikin dia nunggu kelamaan. Ya marahin aja dah kalau gue emang pengangguran... Lah ini, urusan gue aja sebenernya belom kelar, gue udah bela-belain cabut duluan ninggalin tim yang masih kerja. Gila. Gimana gue gak pengen meledak?!

Untungnya pas gue masuk, seorang waiter bilang ke gue "Ada Renata tuh mas di sana," katanya sambil nunjuk ke satu sudut.

Ya udah mending gue pindah meja sekalian. Daripada jadi perang. kan pecah...

"Tek..."

"Gila, kemana aja lu!"

"Gue stress tek..."

"Kenapa... Kenapa..."

Hampir setahun kita gak ketemu. Dan sekali lagi. Wanita dari luar lingkaran ini mendamaikan dunia. Hahaha... 

Makasih tek!

No comments:

Post a Comment