Saturday, January 12, 2013

Satu Pukulan

2002

Satu pukulan seharusnya mendarat di wajahnya,
Tepat di pelipis - dekat alis.

Satu pukulan seharusnya dilayangkan di lapangan.
Membisukan sorak-sorai yang menyeruak.

Satu pukulan seharusnya mengubah roda kehidupan.
Biar tahu siapa budak, siapa raja.

Satu pukulan seharusnya mematikan.
Mengacak-acak tatanan satu zaman.

*

2003

Seharusnya...

Biarkan satu tangan menarik kerah bajunya,
Dan satu tangan lagi mengepal kemudian melayang ke wajahnya.

Cukup satu pukulan yang sangat kuat.
Pastikan mukanya memar,
Hingga matanya menatap nanar,
Kalau perlu sampai darah bercecer keluar.

Seharusnya...

Dalam satu pukulan,

Aku melenyapkan.
Aku menghabiskan.

*

2013

Satu pukulan seharusnya dialamatkan pada seseorang di hadapan.
Pada suatu Kamis, satu dasawarsa lalu.

No comments:

Post a Comment