Thursday, January 10, 2013

Infinitas Awal - Akhir

Sastra merokok lebih banyak dari biasanya.
Semua jadi bias.

... Apa yang dimiliki.
Apa yang pernah dimiliki.
Kemarin, hari ini, besok, lusa...

Segala seolah membaur menjadi abstrak.

Dalam satu batang terakhir ini, Sastra berkontemplasi.
Ia menghirup dalam-dalam dalam satu hisapan panjang,
Kemudian mengepulkan asapnya perlahan,
Membentuk awan kecil di depan pandangannya.

Sastra masih tak paham,
Kenapa Rana harus mengakhiri sesuatu yang tak dimulai.
Dan kenapa Astra harus memulai sesuatu dengan harapan tak akan berakhir.

Kenapa dua kalimat tadi begitu rumit.
Seolah tak ada beda.
Kenapa?

Kenapa harus ada awal dan akhir?
Sementara awal dan akhir sesungguhnya bagai mata rantai yang tak terputus.
Infinitas.

Sebatang rokok tuntas jadi abu.

Kotak marlboro merah-nya sudah kosong.
Dalam konteks setiap akhir adalah awal yang baru,
Sastra perlu beranjak ke warung - atau convenience store terdekat,
Beli satu pak lagi, atau satu slop jika perlu.


2 comments: