Sunday, November 4, 2012

Juara Harapan


"Expect less deh... Expect less, okay?"

Setuju sih, gue juga udah mengalami sendiri bahwa expectation is the root of all heartaches. Benar pula adanya kalau high expectations lead to disappointment. Gue tau kok, expectation bla.. bla.. bla.. adalah  teori yang sudah terbukti dan teruji.

Gue mencoba mendengar - mencoba belajar. Ada hasilnya sih, ya sedikit lebih santai lah. Gak ngotot-ngotot amat kayak jaman kuliah yang udah lewat.

Tapi ada yang ngeganjel sih.

Dulu kayaknya seneng bener gue musuhan -- terang-terangan angkat bendera perang pada orang yang gue anggap saingan. Sampah sih gue tau.. Kenapa ya? WellI have to admit that competition is in my blood. I only feel excited if something is at stake.

Dan sekarang, sifat bawaan ini benar-benar mengusik ketenangan gue. Gara-garanya, gue sedang merasa gak punya musuh! Sebenernya sih udah bener lah... Bagus malah... Tapi gimana ya... Rasanya kayak ada sesuatu yang salah gitu. Gue gelisah parah. Poin itu memang harus diubah, and I'm on my way!

Nah, berhubung lagi gak ada yang gue anggep musuh. Gue pun mempertanyakan: what is that something-at-stake? Setelah kontemplasi, akhirnya gue menyadari.. Bahwa apa yang gue jalani sekarang, sejauh ini merupakan putusan yang diambil adalah perjudian tergila yang pernah gue mainkan. Mempertaruhkan semua yang gue punya -- mengorbankan segala kesempatan untuk satu pilihan yang mengharuskan gue menjalani suatu proses panjang sekaligus menantang.

Proses ini telah memakan banyak waktu dan tenaga -- bahkan akan meminta lagi dan lagi. Sementara hasilnya... Dor! Belum ada...
Kemudian gue melihat sekeliling... Dan gue baru sadar kalau semua sedang bergerak hebat -- berputar kencang, sangat kencang tak terhentikan... Mereka adalah teman-teman sepermainan, teman-teman seangkatan.
Gue bahagia sekaligus bangga pada mereka.
Namun di saat bersamaan gue menyadari satu hal..

Gue ketinggalan. Ter-ting-gal... Teramat jauh di belakang.

Situasi ini mengembangkan tanda tanya setiap bangun pagi. "Bener gak ya keputusan gue?".... "Bener gak ya?"
Selalu ada pilihan untuk berhenti. Selalu ada pilihan untuk keluar. Tapi gue tau bahwa ini pengorbanan.. Butuh begitu banyak momen melepaskan untuk mewujudkan satu impian...

Sebetulnya gue gak biasa memanjatkan permintaan khusus pada Tuhan setiap peralihan bulan.
Tapi sejak detik pertama masuk bulan ini... Asli, gue gak bisa lihat apa-apa.
Masa depan gue burem banget!
Gue ketakutan kalau setelah habis-habisan nantinya jadi habis beneran.
Udah mati-matian, eh taunya mati beneran. Kan gak lucu!
Gue ngeri karena kepercayaan atas diri gue sendiri tinggal segaris. Tipis.

Tapi gue gak mau jadi nihilis! Hahaha..
Makanya gue berdoa saja lah...

Tuhan... Ini masih ada harapan..
Wujudkan apa yang aku usahakan.
Jadikan juara harapan - juara atas segala harapan yang ku panjatkan....
...
dalam hati, kali ini.

Yah, lagi-lagi expecting deh. Asal ending-nya juara lah, gak ngarep doang...

No comments:

Post a Comment