Wednesday, July 18, 2012

Play/Pause and Repeat.

Entah kapan tepatnya, yang pasti ada satu kesempatan di mana gue dan Abraham membahas perspektif manusia terhadap rutinitas.
Perbincangan berlangsung dalam mobil, pemicunya adalah sebuah celetukan, “Buset, Bandung gini-gini aja ya.. Gue gini-gini aja.. Setiap hari rasanya sama. Semua aja stuck!”

“Nah, Dik! Sama.. Gue juga sempet ngerasa gitu. Gue cuma terus mengulang hal yang sama. Lengkap dengan tempat dan waktu yang sama. Itu lagi, itu lagi.. Terus aja begitu..”

“Harus gimana ya Bam.. Kalau pun emang ada yang perlu dirubah apanya coba? Ngerubah kota? Pindah kerja? Pindah rumah? Kan gak harus seekstrim itu juga..”

Intinya adalah.. Gue dan Abam sempat berada pada stage 'muak rutinitas'. Endless repetition dari satu hari ke hari lain. Semua terasa membosankan dan tidak lagi menarik. Play/Pause and Repeat.

“Hal kecil sih Dik. Kita tuh suka lupa sama hal-hal sederhana: kecil tapi penting. Ada sesuatu yang menarik dibalik ketidaktahuan. Dan saat kita udah hapal mati ya otomatis semua kerasa biasa.”

“Dan mungkin kadang kita juga terlalu sok tahu sih.. Tapi, terus gimana?” Gue pun melontarkan pertanyaan favorit 'terus gimana?'.

 “Gue pernah nih. Pura-pura jadi orang bego aja pas pulang kampus. Gue nyetir dengan mindset sebagai orang baru di kota ini. Gue lewatin gedung dan bangunan yang seolah-olah baru pertama kali gue lihat. Gue sok-sokan penasaran dengan apa yang akan gue temui di perempatan depan.. Dan ternyata Dik.. Indah banget!!”

Waktu itu gue cuma diem. Dalam hati.. “Masa iya sih..”

*

Lewat beberapa bulan.. Jam 5.30 pagi di Bandara Husein Sastranegara, gue udah duduk di seat pesawat, siap berangkat. Beres mengencangkan sabuk pengaman gue melempar pandangan ke luar jendela: matahari ambil ancang-ancang -- siap melayang dari ufuk Timur Kota Bandung.

Untuk pertama kalinya, ada rasa tak terdefinisi berdesir dalam dada..
Pikiran acak semacam ‘aduh gue turun lagi deh’ atau ‘hmm, gak jadi aja kali ya?’.

Tapi.. "Flight Attendants, Take-Off Position..."

Terlambat.

Serius. Bandung gak pernah terlihat semenarik itu sebelumnya. Sementara itu gue harus meredam rasa hingga nanti waktunya tiba. Saat pulang yang belum tahu kapan..

Oke Bam, gue setuju: ada sesuatu yang menarik dibalik ketidaktahuan.
Ini perihal sederhana.

No comments:

Post a Comment