Monday, June 18, 2012

Ada Tawa Ketika Berhenti Bertanya

Banyak hal terlewati yang tak terekam di sini. Banyak sekali. 
Mungkin sejak awal tahun ini, hidup saya adalah drama paling gila, dengan alur tak terduga yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Seperti apa endingnya? Kita lihat nanti..

*

Satu hal yang bisa merangkum soal apa saja yang sudah dilalui adalah obrolan ringan saya dengan Lukman Hakim. Berawal di suatu malam, sekitar tiga atau empat bulan lalu, saya lupa.

Awalnya, "Kim, kenapa sih hidup gue begini?"


Pertanyaan yang sama terus berulang di setiap pertemuan. Hingga lama-lama, "Kim kapan ya gue bisa berhenti nanya sama lo 'kenapa-hidup-gue-begini'...?"

Gak pernah ada jawaban pasti, kecuali.. "Santai aja, ntar lo bakal berhenti bertanya. Dan pas inget nanti mungkin lo bakal ngakak."

Kayaknya pertanyaan itu bahkan gak butuh jawaban. 'Kenapa hidup gue begini?' Belah mana yang dipertanyakan sih?

Hidup?

Mungkin hidup hanya perlu dijalani tanpa perlu dipertanyakan. Siapa tahu?

Lewat berbulan-bulan, hingga beberapa hari kemarin kami bertemu lagi. 


"Eh.. baru ngeh.. Gue udah gak nanya kenapa hidup gue begini-begitu.. Hahaha."

Akhirnya! Setidaknya satu perdiksi terbukti benar. Ketika saya berhenti bertanya, saya benar-benar tertawa.

Hahaha! Absurd.

No comments:

Post a Comment