Monday, February 6, 2012

Rahasia Usia

Hampir lima hari.. Sahabat gue, Emeraldi, harus standby di ICU Rumah Sakit Santo Borromeus.. Eme harus jaga bokapnya -- gue panggil Om Sigit -- yang dirawat akibat penyakit serius. Sejarah kesehatannya sih.. Waktu gue masih SMA, Om Sigit emang sempet kena serangan jantung.. Syukurlah gak lama kemudian beliau pulih.

Yang namanya penyakit di organ penting semacam jantung.. Pasti ngasih banyak 'PR' untuk proses recovery.. Salah satu yang harus dilakukan Om Sigit adalah minum obat pengencer darah secara teratur. Setelah lewat bertahun-tahun.. Ternyata konsumsi obat tersebut membawa efek samping. Pembuluh darah dan syaraf Om Sigit terkena dampaknya hingga tak sadarkan diri.

Semalam Om Sigit mendapatkan operasi di bagian pusat syaraf. Ya, otak. Tadi pagi gue telepon.. Alhamdulillah kata Eme kondisinya stabil..

"Semoga lekas sembuh ya Oom.."

Berita mengejutkan justru datang dari sahabat gue yang lain. Shenandoah, gue panggil Shenda.. Abah -- ayahnya -- pagi tadi meninggal dunia. Gue dapat kabar tepat saat gue baru sampai di Jakarta untuk urusan kerja.
Okay gue sedih. Sedih banget sampe ilang fokus.
Hari ini sukses melempar gue ke masa-masa serba-nggak-ngenakin yang pernah gue hadapi.
Pas lulus SMA gue hampir kehilangan ayah untuk selamanya. Hampir. Untung cuma hampir..
Gue nggak kebayang kalau waktu itu ayah bener-bener lewat garis usianya. Gue nggak siap. Kalau iya sampai mimpi buruk itu kejadian.. Anak cowo satu-satunya di keluarga ini akan menerima limpahan tanggung jawab atas dua adik perempuan dan tentunya ibu.
Gue tau.. Mau-gak-mau, bisa-gak-bisa, suka-gak-suka.. Apa pun itu, nggak ada yang mampu melawan ketentuan Tuhan.
Gue cuma bisa pasrah.
Oh ya, gue sampai lupa cerita.. Ayah waktu itu kena kanker. Statusnya stadium empat. Status paling top -- sejelek-jeleknya penyakit kanker. Kata dokter sih harapan hidup ayah udah bener-bener tipis.

Se-ha-rus-nya.. Ayah segera dilarikan ke rumah sakit untuk dapat serangkaian perawatan medis. Terdiri dari operasi besar yang akan disusul jadwal kemoretapi yang sangat padat. Tapi ayah waktu itu menolak untuk ambil jalur medis. Ayah lebih memilih pengobatan alternatif. Ayah udah pasrah banget waktu itu, dan ayah ingin menghabiskan waktu di rumah. Bukan di rumah sakit.

Ayah juga sempet nitip wasiat ke gue. Gue bahkan sekarang masih mau nangis kalau inget kejadian itu. (FYI gue nulis ini di event #LOVEGARAGE yang ingar bingar)

Dunia gue rasanya runtuh.

Nggak mungkin ada orang yang dengan sengaja menginginkan untuk berpisah dari orang-orang paling berarti dalam hidupnya.
Tapi gak ada pilihan selain harus. Harus.
Bahkan pada waktu yang sama sekali tak terduga.

Ibarat satu di antara seribu kemungkinan.. Gue termasuk orang yang beruntung. Sangat sangat beruntung.
Gue merasa jadi orang paling beruntung di dunia sejak ayah perlahan-lahan mulai sembuh dan bahkan mampu bertahan hingga sekarang, lebih dari 4 tahun setelah vonis mengerikan itu gue ketahui. Gue beruntung karena gue justru belajar banyak sejak peristiwa itu. Ada banyak banget hal yang berubah dari diri gue. Dan gue bersyukur karenanya.

Hari ini ayah ulang tahun. Ke 52. Momen yang kembali mengingatkan gue bahwa usia adalah anugerah.. Maka nikmati selagi bisa karena nanti akan ada akhirnya. Nikmati dengan cara berbagi karena pada hakikatnya kita hidup sendiri..

Selamat ulang tahun yah..

No comments:

Post a Comment