Friday, February 3, 2012

Cerita Kulkas

Memulai itu memang sulit. Sulit sekali. Termasuk mulai mengisi blog yang gue pun bahkan udah lupa kapan bikinnya (yang pasti udah lama. Lama banget). Nah, beberapa hari terakhir gue mulai kepikiran buat nulis, buat cerita sama keyboard dan layar laptop -- yang sukur-sukur sih kalau kemudian ada orang yang baca.

Pikiran ini gak muncul sekonyong-konyong. Akarnya adalah.. Terbuktinya pendapat yang mengatakan “kalau seseorang tidak terdesak, dia gak akan memulai suatu perubahan”.

Gue mulai ngeblog karena saat ini gue lagi kepepet. Gue ngerasa tersudutkan karena gak punya temen.

Gak punya temen di sini bukan dalam konteks ‘anak kasian’ yang dimusuhin atau di-bully atau gak ada yang mau nemenin. Tapi lebih ke situasi yang gue yakin banget dialami sama hampir semua anak-dewasa-tanggung. TItik krusial dimana setiap orang mulai menentukan ‘mau-jadi-apa’ dan sibuk masing-masing menata masa depan yang (maunya sih) cemerlang (amin).

Semua orang pun jadi labil dalam format yang berbeda. Ada yang sibuk mulai berbisnis, siap-siap S2, ribet kerjaan, pengen resign dari perusahaan, mau ngelamar sang pacar.. dan tetep yang paling banyak sih setengah mati sibuk skripsi..

Kondisi ini pun memaksa gue menahan diri – untuk tidak 'meminta waktu' pada teman-teman terdekat gue.. Gue jadi ngerasa sungkan buat cerita panjang lebar atau sekedar ngomel-ngomel kalau gue lagi jatoh dan ketimpa tangga. Ya lo bayangin aja nih contoh kasus.. Ibarat gue minta tolong sama orang yang jauh lebih rempong (misal: revisian menjelang sidang skripsi – atau fitting baju kawin dan icip-icip masakan buat resepsi).

Celakanya gue ga tahan buat sekedar terus-terusan menerima apa yang takdir alamatkan pada diri gue tanpa melakukan perlawanan apa pun. Gue butuh pelampiasan emosi dan depresi yang tensinya semakin meninggi.
Secara umum masalah yang gue hadapi antara lain: sibuk kerja, galau akademik, sampai perkara hati yang babak belur.

Rasanya kayak “Me VS The World”. Sialnya ini sudah gue rasakan sejak taun lalu, kapan tamatnya ya..
Jadilah gue mulai gila -- mulai ngomong dan ketawa-ketawa sendiri. Sebelum berlanjut makin akut, gue memutuskan untuk me-la-wan. Caranya adalah dengan nulis sebagian besar pemikiran dan perasaan gue di blog ini. Biar kali aja sewaktu-waktu ada yang merhatiin. Hahahah..

Well, tapi intinya bukan itu sih. Gue inget kata seorang temen, namanya Audy Erel. Dalam suatu sesi ngalor-ngidul sang videografer ini bilang.. “Tulis semua yang ada di pikiran dan perasaan lo! Jangan biarin nguap gitu aja..”. Gue sepakat sih.. Scripta manent, verba volant.

Berbagai hal yang gak sempet gue diskusikan atau gue kasih tau ke siapa-siapa mungkin bakal muncul disini. Anggap aja ide, pemikiran, dan perasaan gue semacam sawi ijo. wortel, dan ayam broiler di dalam kulkas. Suatu waktu bakal gue keluarin lagi buat gue masak capcay. Hahah.

Jadi mulailah gue menulis, di sini..

Kulkas (baca: blog) ini akan jadi tempat mengawetkan bahan baku (baca: ide) dan bumbu-bumbu (baca:curhat), yang kelak akan dimasak (baca: dieksekusi) kemudian hari.. 

Auk deh kapan masaknya. Males juga kan masak sendiri makan sendiri? Mending dangdutan, Hahaha.. 

No comments:

Post a Comment